| 2012: Prediksi Kiamat ala Holywood |
|
Namun bagaimana pun, ia tetap hanyalah sebuah film yang dibuat untuk memperoleh keuntungan laba sebesar-besarnya dengan memanipulasi keresahan publik dan situasi global sehingga menimbulkan rasa penasaran orang untuk menontonnya. Itulah hakikat dari sistem kapitalisme dalam industri film Barat yang menjadi motif sebenarnya dibalik ide pembuatan film-film semacam itu.
Membumikan Iman Kepada Hari Kiamat Sebagai bagian dari masyarakat, kita tentu tak perlu ikut berlebihan dalam menanggapi kontroversi tersebut. Justru sebaliknya, kita harus kritis dan cerdas dalam ‘membacanya’ serta senantiasa berintrospeksi karena yang diperlukan saat ini adalah akal sehat dan rasionalitas disamping keimanan yang kuat kepada Allah Swt. Sebagai muslim kita telah dibekali dengan prinsip-prinsip rukun iman dalam menjalani hidup ini. Salah satu prinsip tersebut ialah percaya akan adanya hari kiamat. Persoalannya kita sendiri belum memaknai keyakinan tersebut secara positif untuk diaplikasikan menjadi tindakan-tindakan positif. Keyakinan tersebut baru sebatas hapalan diluar kepala saja sehingga ia belum memberikan kekuatan spiritual dan gairah bagi kita untuk menjadi insan manusia yang lebih baik. Padahal jika direnungkan ada beberapa hikmah yang setidaknya dapat kita petik dari makna iman kepada hari kiamat sebagai bagian dari rukun iman. Pertama, percaya kepada hari kiamat harusnya mendorong kita untuk memiliki nilai-nilai hidup bertanggung jawab dan berorientasi ke masa depan. Hidup bertanggung jawab artinya hidup tidak boleh dijalani dengan serampangan, tanpa tujuan, dan tanpa bekal yang cukup. Sebaliknya kita harus bertanggungjawab dan membekali diri dengan ilmu dan amal shaleh. Bagi seorang muslim bekal hidup di dunia sama pentingnya dengan bekal untuk hidup di akhirat. Bekal-bekal hidup di dunia itu misalnya berupa pengetahuan, keterampilan praktis, soft skill, dan keandalan diri yang cukup agar kita dapat bekerja, bermasyarakat, dan menjalani hidup secara normal. Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan diri itu maka insya Allah kita akan dapat memenuhi segala tuntutan hidup dalam upaya kita membangun kehidupan yang tenteram baik secara materi maupun spiritual. Selain itu iman kepada hari kiamat juga mengajarkan kita agar senantiasa berorientasi ke masa depan. Artinya sebagai manusia kita harus bergerak maju ke depan dan mau mengejar segala ketertinggalan kita dari bangsa-bangsa lainnya yang telah lebih dahulu maju. Dengan begitu kita pun tidak akan mudah dibodohi begitu saja dengan segala kisah tentang kiamat yang konon akan terjadi pada tahun 2012 itu. Kedua, dengan percaya kepada hari kiamat maka seharusnya kita juga dapat bersikap mawas diri dan mau meneliti kembali apa-apa yang pernah kita lakukan dalam hidup ini. Tujuan mawas diri tentu dilakukan sebagai sarana mengintrospeksi diri dari segala kekurangan yang ada serta mau menghitung ulang perbuatan dan target apa yang telah kita lakukan dan belum sempat dilakukan dalam kerangka beramal shaleh. “Gunakanlah yang lima sebelum datang yang lima: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR Al-Hakim) Mawas diri untuk memperbaiki kualitas hidup dilakukan agar kita lebih giat lagi melakukan kebaikan-kebaikan sehingga kita dapat memperoleh kembali kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Al-Quran sendiri telah menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia pasti akan mendapatkan balasannya kelak walaupun perbuatan itu hanya sebesar biji atom beratnya.
Dakwah Yang Mencerahkan Sebagai muslim sudah seharusnya kita membumikan keimanan pada hari kiamat itu dengan nilai-nilai hidup yang positif, bukan dengan ketakutan yang membuat paranoid. Hanya dengan jalan itu saja maka rukun iman akan senantiasa relevan dan memberi solusi dalam kehidupan kita sebagai makhluk yang memiliki fitrah untuk berkembang dan maju. Menurut penulis, adanya keresahan sebagian masyarakat menunjukkan belum sempurnanya kita dalam mengimani hari kiamat dengan benar. Padahal hari kiamat itu hanya Allah sajalah yang tahu kapan terjadinya sehingga kita perlu meluruskan dan mengajarkan hal-hal yang seharusnya kepada masyarakat dengan pengajaran yang baik. Bentuk pelurusan itu pun tidak melulu harus dilakukan dengan himbauan pelarangan karena justru akan berdampak kontraproduktif di mata masyarakat. Masyarakat yang telah dewasa ini memang membutuhkan ajakan dan himbauan dengan cara-cara yang elegan dan mencerahkan daripada sekedar himbauan yang sifatnya reaktif. Hal itu paling tidak telah diberikan secara pribadi oleh beberapa ulama yang ada di lembaga MUI pusat melalui pendapat-pendapat mereka yang disampaikan secara bijaksana dan matang dalam mensikapi isu tentang kiamat ala Holywood yang konon akan terjadi di tahun 2012 nanti. |